Berita

Politeknik STIA LAN Makassar Gelar Kuliah Umum Bersama Bupati Barru: Dorong Pengentasan Kemiskinan Lewat Penguatan Ekonomi Lokal

Dokumentasi : Humas Politeknik STIA LAN Makassar 2025

Makassar – Politeknik STIA LAN Makassar menyelenggarakan kuliah umum bertema “Pengentasan Kemiskinan Berbasis Penguatan Ekonomi Lokal” pada Senin, 15 Juni 2026, yang berlangsung di Aula Lantai 3 Politeknik STIA LAN Makassar. Kegiatan ini menghadirkan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh moderator Murtafia, S.E.I., M.M., Dosen Program Studi Administrasi Bisnis Sektor Publik Politeknik STIA LAN Makassar.

Kuliah umum ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar dan menjadi forum akademis yang strategis untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan praktik nyata tata kelola pemerintahan daerah.

Dalam paparannya, Bupati Andi Ina Kartika Sari menyampaikan materi bertajuk “Strategi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Barru”. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Barru terletak di pantai barat Sulawesi Selatan, sekitar 100 kilometer di utara Makassar, berbatasan dengan Kota Parepare dan Kabupaten Sidrap di utara, Kabupaten Bone dan Soppeng di timur, Kabupaten Pangkajene Kepulauan di selatan, serta Selat Makassar di barat. Kabupaten Barru terdiri dari 7 kecamatan, 40 desa, dan 15 kelurahan dengan total jumlah penduduk sebanyak 196.001 jiwa.

Bupati memaparkan capaian ekonomi Kabupaten Barru yang terus menunjukkan tren positif. Pendapatan perkapita masyarakat meningkat dari Rp52,28 juta pada tahun 2024 menjadi Rp56,91 juta pada tahun 2025, disertai pertumbuhan ekonomi yang naik dari 4,92% menjadi 5,16%. PDRB atas dasar harga berlaku meningkat signifikan menjadi Rp10.740,51 triliun pada tahun 2025, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut naik dari 74,51 menjadi 75,41.

"Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru Triwulan I 2026 merupakan yang ke-11 tertinggi se-Sulawesi Selatan dan bertumbuh lebih tinggi dari Sulawesi Selatan, yaitu sebesar 7,46 persen," ungkap Andi Ina.

Terkait angka kemiskinan, Bupati menjelaskan bahwa persentase kemiskinan Kabupaten Barru terus mengalami penurunan secara konsisten dari tahun 2021 hingga 2025, bahkan berada di bawah angka rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan dan nasional pada beberapa periode.

Dalam hal strategi penanggulangan kemiskinan, Bupati Andi Ina menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu melalui pemetaan data berbasis indikator kemiskinan setiap keluarga.

“Pemetaan data berdasarkan jenis intervensi berdasarkan indikator kemiskinan yang tercantum dalam data keluarga dan individu seperti kondisi rumah, kondisi fasilitas buang air besar, akses air minum, jenis penerangan, jenis bahan bakar, jenis pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Hasil pemetaan akan menjadi dasar intervensi masing-masing OPD,” papar Andi Ina.

Berbagai program intervensi pun dijalankan secara lintas OPD, meliputi perlindungan sosial oleh Dinas Sosial, jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin oleh Dinas Kesehatan, pembayaran tunggakan BPJS oleh BAZNAS, beasiswa bagi masyarakat miskin oleh Dinas Pendidikan, bantuan pangan oleh Dinas Pertanian dan BAZNAS, bantuan alat tangkap untuk nelayan oleh Dinas Perikanan, bantuan ternak oleh Dinas Peternakan, serta perbaikan rumah tidak layak huni, sanitasi, dan air bersih oleh Dinas PUTR Perkim dan BAZNAS. Selain itu, pemasangan listrik gratis dilaksanakan oleh PLN, serta pelatihan tenaga kerja melalui kerja sama Dinas Tenaga Kerja dengan BLK Provinsi dan Kementerian Tenaga Kerja.

Bupati juga menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan misi utama dalam Visi Kabupaten Barru Tahun 2025–2029, yakni mewujudkan Barru yang Berkeadilan, Maju Berkelanjutan, dan Sejahtera Lebih Cepat. Hal ini sejalan dengan prioritas pembangunan daerah yang mencakup pengembangan kawasan industri, agroteknologi, agropolitan, hilirisasi sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan, pengembangan pariwisata, serta pemberdayaan UMKM dan koperasi.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengentaskan kemiskinan, yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, media, CSR dan filantropi, serta masyarakat dan komunitas lokal.

Kuliah umum ini mendapat respons antusias dari seluruh peserta. Kegiatan ini diharapkan memperkuat pemahaman mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar tentang praktik nyata administrasi publik dan kebijakan pembangunan daerah, sekaligus menginspirasi mereka untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan masyarakat yang sejahtera.