Menjaga Kebersamaan, Menguatkan Langkah Insan LAN Makassar

Menjaga Kebersamaan, Menguatkan Langkah Insan LAN Makassar

Makassar – Di antara tawa ringan dan jabat tangan yang tak putus mengalir, semangat persaudaraan terasa memenuhi sudut Politeknik STIA LAN Makassar pada Rabu siang, 3 Juni 2026.

Kegiatan halal bihalal dalam nuansa Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mempertemukan seluruh pegawai dari dua satuan kerja Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Makassar.

Tidak ada agenda formal yang mendominasi siang itu. Yang tampak justru deretan senyum tulus, jabat tangan yang hangat, dan percakapan ringan yang mengalir tanpa sekat.

Melalui momentum halal bihalal, para pegawai kembali dipertemukan dalam ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antarsesama. Sekaligus meneguhkan nilai silaturahmi yang selama ini menjadi bagian dari budaya kerja organisasi.

Sebuah Tradisi, Sebuah Ikatan

Tradisi halal bihalal memiliki akar sejarah yang panjang dalam kehidupan sosial dan kelembagaan di Indonesia. Sejumlah catatan surat kabar berbahasa Belanda menunjukkan bahwa praktik halal bihalal telah berlangsung sejak dekade 1930-an, jauh sebelum masa kemerdekaan.

Salah satu dokumentasi yang tercatat adalah kegiatan yang diselenggarakan organisasi perempuan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, di Semarang pada tahun 1939. Saat itu, pertemuan pasca-Lebaran yang dikenal dengan istilah Lebaraanbijeenkomst atau rapat Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan ceramah keagamaan yang membahas sejarah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Seiring perkembangannya, tradisi serupa juga dilaksanakan oleh berbagai organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, hingga instansi pemerintahan sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan kelembagaan.

Menguatkan Keluarga LAN

Nilai persaudaraan yang menjadi ruh halal bihalal itulah yang kembali terasa dalam kegiatan yang berlangsung di Politeknik STIA LAN Makassar. Semangat tersebut tercermin dalam pesan-pesan yang disampaikan para pimpinan kepada seluruh pegawai yang hadir.

Di balik tradisi saling berjabat tangan, tersimpan nilai yang jauh lebih besar, yaitu merawat kebersamaan. Pesan itulah yang disampaikan Direktur Politeknik STIA LAN Makassar, Dr. Sulaeman Fattah, dalam sambutannya di hadapan seluruh pegawai.

Menurutnya, halal bihalal dan berbagai agenda bersama di lingkungan LAN merupakan sarana untuk memperkuat persatuan seluruh pegawai tanpa sekat satuan kerja maupun jabatan.

Ia menegaskan bahwa seluruh insan LAN harus membangun kesadaran sebagai satu keluarga besar organisasi. “Kita tidak boleh lagi memandang diri sebagai unit kerja Pettarani atau unit kerja Antang. Yang harus terus kita bangun adalah kesadaran bahwa kita semua adalah satu keluarga besar LAN,” ujarnya.

Dr. Sulaeman mengajak seluruh pegawai menyambut optimisme transformasi LAN menuju organisasi yang semakin besar, cerdas, dan modern. “Mudah-mudahan kita semua menjadi saksi sejarah sekaligus bagian dari perjalanan LAN yang semakin bigger, smarter, and better,” tutupnya.

Tidak Ada Sekat, Hanya Insan LAN

Jika kebersamaan menjadi pesan utama yang disampaikan Direktur Politeknik STIA LAN Makassar, maka Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr. Muhammad Aswad, mengajak seluruh pegawai memaknai halal bihalal sebagai momentum memperkuat keikhlasan, kolaborasi, dan komitmen pengabdian kepada organisasi.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa seluruh pegawai, baik di Politeknik STIA LAN maupun Pusjar SKMP LAN, merupakan bagian dari satu keluarga besar Lembaga Administrasi Negara. “Hari ini kembali dibuktikan bahwa kita sebenarnya hanya satu. Yang ada adalah pegawai LAN yang bersama-sama mengemban amanah organisasi,” ujarnya.

Dr. Muh. Aswad berharap tradisi kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipelihara serta menjadi penguat langkah seluruh insan LAN dalam mendukung kemajuan organisasi.

Mudah-mudahan seluruh kebersamaan dan kerja baik yang kita bangun hari ini mendapatkan keberkahan serta menjadi penguat langkah kita dalam memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya, sebagaimana dicatat Tim Humas.

Di balik rangkaian sambutan dan tradisi saling memaafkan, ada pelajaran sederhana, yaitu setiap organisasi membutuhkan ruang untuk merawat hubungan antarmanusia. Dari ruang itulah tumbuh kepercayaan, solidaritas, dan semangat untuk bergerak menuju tujuan yang sama.

Acara berakhir tanpa kemeriahan berlebihan. Dalam beberapa jam, sekat administratif terasa mengendur dan identitas sebagai insan LAN kembali mengemuka.

Mungkin itulah makna utama halal bihalal kali ini. Di balik peran dan mandat yang berbeda, Politeknik STIA LAN Makassar dan Pusjar SKMP LAN dipersatukan oleh satu kekuatan yaitu kebersamaan.

Adekamwa – Humas Pusjar SKMP LAN

Profesional Start Here

@ Unit Teknologi Informasi | Politeknik STIA LAN Makassar @ 2025