Berita

Pembekalan dan Pelepasan Peserta Mata Kuliah Pengabdian Masyarakat Politeknik STIA LAN Makassar Tahun 2026

Makassar, 24 Juni 2026 – Politeknik STIA LAN Makassar secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Peserta Mata Kuliah Pengabdian Masyarakat Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Politeknik STIA LAN Makassar. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan langsung ke masyarakat sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 157 mahasiswa akan mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang berasal dari tiga program studi, yaitu Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Pembangunan Negara (APN), Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur (MSDMA), dan Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Bisnis Sektor Publik (ABSP).

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik STIA LAN Makassar, Dr. Sulaeman Fattah, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan wahana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kemampuan dalam menganalisis dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Pengabdian masyarakat bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi, kepemimpinan, kolaborasi, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan desa," ujar Direktur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur I Bidang Akademik Prof. Dr. Najmi Kamariah, S.E., M.Si, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Humas Dr. Alam Tauhid Syukur, S.Sos., M.Si, Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Erwin Musdah, S.IP., M.IP., para Ketua Program Studi, tim satuan tugas (Satgas), dosen pendamping, serta seluruh mahasiswa peserta pengabdian masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat akan berlangsung pada 29 Juni hingga 19 Juli 2026 di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, yang tersebar di 23 desa. Beberapa desa lokasi penempatan mahasiswa di antaranya Desa Jangan-Jangan, Desa Pao-Pao, Desa Lempang, Desa Harapan, dan Desa Bacu-Bacu, bersama desa-desa lainnya yang menjadi wilayah sasaran program.

Dalam sesi pembekalan, Ketua P3M Erwin Musdah, S.IP., M.IP. menyampaikan materi mengenai mekanisme pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, mulai dari tahapan pelaksanaan di lapangan, penyusunan dan pelaksanaan seminar program kerja, seminar hasil, hingga mekanisme pelaporan serta penilaian kegiatan. Materi ini diharapkan menjadi pedoman bagi mahasiswa agar mampu melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan secara sistematis, terukur, dan sesuai dengan standar akademik.

Selanjutnya, Bachtiar Reskiawan Narwis, S.E., M.Si. memberikan pembekalan mengenai tata tertib pelaksanaan kegiatan, yang mencakup etika mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian, kedisiplinan, komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta berbagai ketentuan yang harus dipatuhi selama pelaksanaan program.

Pembekalan juga dilengkapi dengan materi penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disampaikan oleh Dr. Muttaqin, MBA. Melalui materi tersebut, mahasiswa dibimbing untuk memahami pentingnya penyusunan prosedur kerja yang sistematis sebagai pedoman dalam melaksanakan setiap program kegiatan di lapangan sehingga pelaksanaan pengabdian dapat berlangsung efektif, tertib, dan akuntabel.

Pada sesi berikutnya, masing-masing Program Studi memberikan pembekalan mengenai program kerja berbasis keilmuan yang akan dilaksanakan mahasiswa sesuai kompetensi akademiknya. Materi tersebut disampaikan oleh Asmarianti, S.Sos., M.Si. selaku Ketua Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Pembangunan Negara (APN), Sandy, S.E., M.Si. selaku Ketua Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Bisnis Sektor Publik (ABSP), serta Valentin Laura Sampe, S.S., M.M. mewakili Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur (MSDMA).

Melalui pembekalan ini, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai penyusunan program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, penguatan tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan administrasi sektor publik yang inovatif dan berkelanjutan.

Kegiatan pembekalan dan pelepasan ini diharapkan mampu mempersiapkan mahasiswa secara akademik maupun mental sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa sekaligus memperoleh pengalaman pembelajaran yang berharga di lapangan.

Sejalan dengan tema kegiatan, “Bersama Membangun Desa, Menuju Indonesia Maju,” pengabdian masyarakat tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.